oleh

Melalui MKNU, Rumor Ada Dosen NU Kebumen Berpotensi Terpapar Radikalisme Bisa Terjawab

Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) kembali akan dilaksanakan di Kebumen pada Jumat hingga Minggu, 25 – 27 Oktober 2019. Hal itu dikatakan Sekretaris Lakpesdam NU Kebumen Abdul Haris.

Ditegaskan Kiai Haris, sapaan akrabnya, melalui MKNU ini juga, rumor yang beredar di tengah masyarakat akan adanya potensi radikalisme dari dosen NU, melalui MKNU akan terjawab. Menurutnya, setidaknya dari siapa yang akan mengikuti dan siapa yang tidak mengikuti.

“Ya, itu rumor. Tapi melalui MKNU semoga terjawab. Setidaknya siapa yang ikut dan siapa yang tidak ikut. Akan tahu,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, MKNU bulan ini akan diikuti oleh pengurus PCNU Kebumen yang belum pernah mengikuti MKNU, pengurus Lembaga, pengurus MWCNU, pengurus Muslimat NU, pengurus Fatayat NU, penguris Badan Otonom, pengurus yayasan di bawah naungan NU, rektor, dosen, serta para kepala sekolah Maarif. Tegasnya, Rais PCNU Kebumen juga ikut.

Ditegaskan, digelarnya MKNU Kebumen sebagai upaya menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kaderisasi PBNU nomor 1927/C.I.34/04/2018 tertanggal 23 Rajab 1439 H / 10 April 2017 Poin 1. Dijelaskan, bahwa Kader Struktural yaitu Kaderisasi bagi Pengurus NU di semua tingkatan kepengurusan, Pengurus Lembaga, Badan Otonom dalam rangka menibgkatkan kapasitas pengurus dalam memimpin, menggerakan, dan mengelola organisasi / kelembagaan NU.

SE tersebut, lanjutnya, juga menilik Anggaran Dasar NU yang ditelurkan dalam Muktamar ke-33 NU di Jombang, 2015 lalu. SE tersebut juga menegaskan PO hasil Musyawarah Nasional (Munas) NU di NTB tahun 2017 yang menyatakan syarat menjadi pengurus Nau harus bisa membuktikan sertifikat pengkaderan yang dilaksanakan dan diakui di lingkingan NU.

“PO ini menjadi penjelas dari AD/ART NU Bab. XIII ‘Syarat Menjadi Pengurus’, Pasal 39 Ayat 8,” tegas Haris.

MKNU sendiri, dikatakan Haris, merupakan salah satu pengkaderan NU yang cukup ketat, terkoordinis secara rapi dan terstruktur dari pusat (PBNU). Selain itu, proses dalam MKNU juga menegaskan pemahaman yang kuat dan utuh tentang ke-NU-an dengan melihat sistem pengkaderan yang terbuka dan konsep yang jelas melalui buku-buku standarisasi MKNU. Ditekankan Haris, sertifikat kelulusan MKNU dikeluarkan dan ditanda-tangani langsung dari PBNU, sehingga di MKNU dipastikan tidak akan ada sertifikat palsu, karena terdata dengan baik.

“Sertifikat MKNU ditanda-tangani langsung oleh Rais Aam PBNU, Katib Aam PBNU, Ketua Umum PBNU, dan Sekjend PBNU,” tambahnya.

Selain melihat pentingnya hal tersebut, lanjut Haris, Lakpesdam mengadakan MKNU juga sebagai upaya menindaklanjuti apa yang ditugaskan oleh PCNU Kebumen, agar Lakpesdam sebagai kunco organisasi melaksanakan, mengelola dan mengatur seluruh pengkaderan di NU.

Komentar

News Feed