oleh

Gemura Dukung Ketua KNPI Haris Pertama

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Nurani Rakyat (DPP Gemura) mengapresiasi hasil Kongres Pemuda KNPI XV 18-21 Desember 2018 di Bogor dengan terpilihnya Haris Pertama sebagai Ketua Umum DPP KNPI periode 2018-2021. Terpilihnya Haris dinilai akan membawa angin segar untuk keberlangsungan KNPI ke depan ke arah yang lebih baik.

“Melalui spirit energy for harmony dengan jargon Share and Connect Pertama, Haris muncul sebagai sosok aktivis muda yang tumbuh dan berdinamika dalam dunia pergerakan. Kami yakin kepemimpinan Haris akan memperkuat dan menyatukan KNPI sebagai organisasi kepemudaan,” ujar Sekjen Gemura Munip Ariyadi, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/12).

Meski menerima dan mendukung ketua terpilih, dalam Kongres itu Gemura menolak Laporan Pertanggungjawaban (Lpj) Kepengurusan DPP KNPI periode 2015-2018 dibawah Pimpinan Muhammad Rifai Darus (Ketum) dan Sirajudin Abdul Wahab (Sekjen). Sebab, kepemimpinan Rifai telah menjadikan KNPI dinilai kurang maksimal, kurang mengayomi, dinilai juga mengalami stagnasi serta terjadi polemik internal yang belum berkesudahan.

“KNPI yang semangatnya adalah persatuan dan nafasnya adalah kebersamaan justru hilang karena terbawa konflik kepentigan, beradunya ego pribadi antar kepengurusan. Ini terjadi pada masa kepemimpinan Rifai, karena itu kami menolak LPJ periode kepengurusannya,” jelas Munip.

Gemura menjadi satu-satunya OKP yang menolak LPJ kepengurusan Rifai. Namun pada akhirnya tetap diterima. Dalam Kongres itu Ketua Umum DPP Gemura Oktari Sabil tidak hadir. Dia memberikan mandat kepada Munip Ariyadi dan Naelu Rizqi selalu Wasekjen untuk hadir.

Naelu menyebut, berlangsungnya Kongres KNPI juga diwarnai tarik ulur terutama mengenai kepesertaan karena adanya polemik pembekuan 51 OKP sebagai keputusan Rapimpurnas 2018 di Batam. Serta pemberhentian atau pencabutan keanggotaan OKP dari KNPI karena pelanggaran berat AD/ART Organisasi, meskipun pada akhirnya pembekuan 49 OKP dipulihkan dan hak sebagai peserta kongres dikembalikan.

“Namun ini tetap menyisakan pertanyaan dan perdebatan panjang serta membawa preseden buruk bagi pelaksanaan kongres KNPI berikutnya,” ujar Wasekjen Gemura Naelu Rizqi.

Diketahui Kongres KNPI yang berlangsung di Hotel Forest Bogor diikuti 167 peserta dari 132 OKP. Ada dua kandidat kuat yang bertarung, yakni mantan Ketua PB HMI Noer Fajriansyah dan rivalnya sesama aktivis HMI Haris Pertama. Di ujung acara, Haris tampil sebagai pemenang dengan perolehan tipis, yakni 84 suara, sedangkan Fajri mendapat 82 suara dan abstain 1 suara. Apapun Jackson Kumaat mengudurkan diri dan menyerahkan suaranya ke Haris.

Komentar

News Feed